Hilangnya Tahun 2014

Lucu sekali, saya baru sadar, kalau saya tidak pernah menulis apapun di blog ini selama tahun 2014, tidak satu artikel pun. Kenapa ya? Kembali ke tahun lalu, kalau saya ingat-ingat kembali, banyak yang saya lakukan. Dari mulai ikutan pameran foto, mengambil banyak seminar (seperti seminar menulis, berbicara dan film), mencoba-coba situs perkencanan alias dating sites, pulang kampung ke Indonesia, 12 hari di Hungaria mengikuti kegiatan universitas di musim panas dan di akhir tahun saya sibuk dengan belajar/bekerja sana sini. Mau rasanya, saya ceritakan satu persatu pengalaman tahun lalu. Supaya saya tahu, saya tidak menyia-nyiakan waktu. Kamu pasti tahu peribahasa “waktu adalah uang” atau “time is money”? Iya lah. Itu yang saya percaya, tapi sayangnya kenapa saya tidak bisa menabung waktu? Yang paling sering saya dengar malah: efisiensi waktu. Artinya, kita harus sebisa mungkin memanfaatkan waktu yang ada dan yang sedang kamu punya saat ini. Tentu saja, “saat ini” bisa direncanakan dari waktu-waktu sebelumnya di masa lampau dan dengan kedispilinan yang tinggi, agar rencana-rencanan tersebut bisa dijalankan, lalu waktu bisa menjadi “efisien”. Begitu katanya, mengingatkan diri sendiri akan konsep “efisien”.

Sayangnya, saya gagal dalam mengefisienkan waktu-waktu, setidaknya sepertiga dari waktu yang saya punya. Tahun 2014 adalah tahun yang beberapa bulan lalu paling saya sesali, jujurnya. Alasannya karena saya tidak pernah menulis blog di tahun itu. Ha ha ha. Tentu saja bukan karena itu, tetapi karena saya tidak sadar dan ingat seberapa besar nilai yang saya telah lakukan di tahun itu. Apakah cukup berharga untuk tidak saya sesali? Kadang saya berdoa secara spontan sebelum terjatuh lelap, kalau saja saat saya bangun, saya bisa kembali ke dua tahun lalu. Atau kadang saya berharap punya kekuatan menghentikan waktu dan di waktu yang terhenti itu, saya bisa bersantai sepuas hati, sampai rasanya santai itu memuakkan dan lalu memulai kegiatan-kegiatan seharusnya. Sayangnya, doa dan harapan itu cuma untuk dunia dongeng. Aneh ya, katanya waktu adalah uang, tetapi ketika saya tidak mau memakai waktu, kenapa malah waktu telah terbuang dengan sendirinya. Ya memang, yang harus saya bandingkan antara konsep waktu dan uang adalah nilainya, bukan bentuk materinya. Oleh karena itu, saya akan mencoba mengingat nilai-nilai dari aktivitas yang telah saya lakukan di tahun 2014, sehingga saya tidak merasa kehilangan dan tidak perlu ada sesalan dalam mencari waktu.

Aaah….

Aku ingin sekali, mengumpulkan waktu-waktu yang pernah tidak aku pakai dan terbuang dengan sendirinya, ke dalam dompet khusus waktu. Akan ku pakai di setiap detik dengan kata sifat “efisien”. Coba saja aku bisa menabung waktu, mungkin aku bisa seperti Paman Gober yang berenang-renang di tumpukan emas, lalu aku berenang-renang di ratusan jam. Coba saja, aku sudah menjadi orang kaya, kaya dengan waktu luang.

Nah loh, apa hubungannya konsep “waktu” dengan judul “Hilangnya Tahun 2014”? Ah, karena kata “hilang”, yang membuat waktu tidak akan kembali, tetapi akan selalu dicari. Semoga bertemu kembali. Ah, saya cuma mau bikin pendahuluan buat post-post berikutnya, sekalian pengingat diri sendiri kalau saya mengunjungi blog pribadi: memotivasi saya untuk menulis tentang berbagai aktivitas yang ‘berguna’ di tahun 2014. Kalau istilah linguistiknya, to show my own “self identitiy” in 2014 and my future posts could be very humble brag, which is positive self disclosure. Ngomongin Linguistik, saya bahagia sekali hari ini, karena konferensi “International Language in Media” yang sudah diidam-idamkan dari bulan Juni sudah diikuti dan selesai dengan penutupan yang indah. Nanti saya akan ceritakan lebih lanjut, detail konferensinya bagaimana dan seperti apa. Sayang saya tidak punya foto, tapi mungkin bisa saya curi fotonya dari media sosial mereka, para intelektual itu.🙂 So, have nice thursday everyone!😉

p.s. dari hasil penelitian tentang Bahasa Jepang di Blog dan Facebook, dinyatakan kalau gadis-gadis muda (di bawah umur 30) di Jepang sangat suka sekali menggunakan Emoticon atau Emoji, untuk bisa tetap terlihat imut alias Kawai. Makanya saya sengaja pakai 2 emoticon di awal dan penutup kalimat! ^_^

One thought on “Hilangnya Tahun 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s