Hilang dan Keberadaan

Saat ini, aku hanya ingin mengingatmu di saat yang paling berbahagia. Bahagia di saat aku dan kamu sama-sama tertawa, bercanda, berbicara tentang rasa, dan penuh suka satu sama lain. Kamu dalam ingatan di kepala ku, yang memamerkan sederet gusi yang telah ditanggalkan gigi, mata dengan penuh kerut yang menyipit, bibir melebar, tawamu pun terbentuk. Tawa mu adalah yang akan aku rindukan sepanjang masa nafasku, dan tawa mu lah yang menjadi khas mu, dambaan setiap manusia yang menjaga mu.

Aku begitu kalut saat ini, saat melihat  keberadaan kamu yang mulai menghilang sedikit demi sedikit. Kalut melihat mu yang terbalut kabel-kabel dan selang-selang yang memasuki lubang juga rongga mu. Ingin sekali aku melucutinya, melepaskan mu dari balutan nafas, dan memaksa mu tertawa kalau perlu ku pakai jari-jari ini untuk membentuk sebuah senyuman di muka mu itu. Tapi tidak ku lakukan, karena keberadaan mu akan hilang untuk selamanya, membawa tawa yang akan ku rindukan sepanjang detak jantungku.

Dalam sesak saat ini aku mencoba mengingat-ngingat mu dalam segar. Tidak ingin aku diperlihatkan wajah mu yang mengecil dan mengerut seperti itu yang begitu rata dengan bantal, tubuh mu yang dulu sering bergulat ke kanan ke kiri itu sekarang hanya bisa terpaku tertancap di atas tempat tidur dan hanya bisa sesekali bergerak. Memang kamu lahir tidak sempurna ke dunia ini, tidak usah khawatir, semua manusia pun begitu pada hakekatnya. Yang kembali bikin aku tak bergerak sesak akan sadar, bahwa saat ini ketidaksempurnaanmu membuat kamu di ambang meregang nyawa. Semua orang kacau dalam pikiran dan pengertian akan apa yang kamu inginkan, berusaha membaca gerak mata mu yang kamu gunakan sebagai fungsi mulut pada manusia sempurna raga. Membaca mu untuk sebuah jawaban iya atau tidak, adalah seperti berjalan di atas sebatang kayu yang mengapung di atas lumpur hisap. Walau bagaimana pun berjalan, akan pasti teresap.

Kamu, yang aku mau tetap bersama ku, menemaniku dalam tawa mu. Kamu, yang kami inginkan selalu bersama kami lengkap dengan bising mu, marah mu, dan kesibukan mu. Kamu, yang selalu membuat mereka memperhatikan mu dan berusaha keras membawa tawa mu kembali. Kamu, yang selalu diombang-ambing pada orang-orang sedarah mu, lalu ke orang utusan kerajaan sebagai orang tua asuh yang tak mengasuh,  dan kembali kepada rumah itu yang berisi pengasuh pengasuh mu yang selalu membasuhmu dengan kehangatan setiap pagi. Seperti juga kamu yang selalu memberikan kehangatan dari keberadaan mu, dan juga nyawa bagi benda-benda mati yang menghantuimu.

Hidup atau hilang keberadaan mu, rumah ini tetap tidak akan ramai kembali dengan nyanyian tarzan mu itu. Dan aku, mungkin kami, akan merasakan keberadaan mu dari benda-benda mu yang saat ini masih ditinggalkan, kemudian kehilangan. Hilangnya kamu dari hidup ku akan ku percayai kali ini. Karena kamu begitu nyata, saat kita melakukan salam perpisahan. Nyata kamu menyatakan, kalau kamu begitu lelah, entah lelah hanya ingin lelap atau lelah dari hidup ditopang mesin-mesin berkabel itu. Saat itu aku begitu menyesalkan ketidaksempurnaan mu, mengapa kamu tak bisa berjalan? mengapa kamu begitu lengkung? bahkan kamu tak bisa berbicara, tidak bisa kah hanya jelas mengatakan dengan suara untuk YA atau TIDAK?

Salam perpisahan itu tak ingin ku anggap yang terakhir. Aku tetap mengharapkan senyum mu itu, yang membuat kali ini pecah kepala jika mengingatmu. Meski saja saat itu aku berucap ‘sampai berjumpa kembali’, di kehidupan atau di kematian. Jangan anggap hidup itu tidak adil, dan aku yakin kamu tidak. Mungkin kamu sampai akhir akan terus menjadi spesial, sampai di akhir kalimat hidup mu pun, mereka bisa memutuskan Titik atau Koma. Jiwa mu yang kuat, aku harapkan, bisa membawamu ke tempat yang terbaik  akan keberadaanmu. Semoga. Selamat Jalan dan Sampai Berjumpa Lagi!

ich hab dich Lieb R.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s