Tiket Menyambung Hidup di Jerman

Bagi orang-orang yang berasal dari negara di luar Europe Union (EU), untuk tinggal di Jerman, dibutuhkan visa yang dikeluarkan pihak imigrasi di setiap negara bagian, tergantung di mana si pelamar visa tinggal nanti atau saat ini. Berdasarkan website imigrasi Indonesia, visa adalah dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara kepada seseorang untuk dapat diberikan izin masuk ke suatu negara dalam periode waktu dan tujuan tertentu yang berbentuk tertulis. Visa dibedakan menjadi ijin tinggal kurang dari 3 bulan, lebih dari 3 bulan, dan visa seumur hidup.

Visa yang kurang dr 3 bulan biasanya berupa visa turis atau visa dinas kerja. Sedangkan visa lebih dari 3 bulan berbeda lagi, visa ini sendiri memiliki beberapa kategori, seperti visa pelajar, visa suami/istri, visa kerja, dan visa Au Pair. Lalu ada visa seumur hidup, yang biasanya dimimpikan oleh orang-orang yang sudah betah tinggal di Jerman. Bagaimana caranya mendapatkan visa ini? Mudah saja, selain menikahi warga negara Jerman dan rumah tangganya bertahan selama lebih dari 2 tahun, visa ini juga bisa didapatkan oleh orang-orang yang telah hidup selama lebih dari 8-10 tahun di Jerman tanpa memiliki masalah apapun selama hidupnya di negara tersebut. Biasanya masalah yg dimaksud adalah hal-hal yang berhubungan dengan sesuatu yg ilegal. Proses pembuatan visa memakan waktu 2 minggu – 2 bulan jika di lakukan di Kedutaan Indonesia. Aturan umumnya, untuk visa kurang dari 3 bulan harus 1 bulan diajukan sebelum waktu keberangkatan, untuk visa lebih dari 3 bulan harus diajukan 6 minggu sebelum keberangkatan, dan visa seumur hidup biasanya langsung diajukan di kantor imigrasi di negara bagian Jerman.

Saya sekarang hanya ingin membahas soal visa dengan ijin tinggal lebih dari 3 bulan. Berdasarkan pengalaman sendiri, yang pernah mengajukan visa Au Pair, FSJ, dan sekarang sedang banget nih ngantri ngajuin visa pelajar, syarat-syarat yang dibutuhkan tidak jauh berbeda. Harus jelas, dan terkoordinasi. Untuk pengajuan visa Au Pair di kedutaan dulu, saya harus menyiapkan kontrak kerja dari keluarga penerima, jaminan kesehatan, foto dengan aturan tertentu, sertifikat bahasa minimal A1 dari Goethe Institute, formulir yang telah diisi yang disediakan kedutaan, dan uang sebesar 800rb-an rupiah (tahun 2009 ya). Lalu, prosesnya yang bikin gila. Saya menunggu visa saya selesai kurang lebih sampai 2 bulan, padahal ada teman yang super kilat, hanya 2 minggu saja. Katanya harus ditanyai terus lah kedutaannya, keluarga penerima tamunya lah, dll. Ya sebenarnya bisa saja, mungkin memang kinerja pekerja yang kadang cepat, kadang lambat, atau keluarga penerima tamu yang sibuk, dan sebagainya. Harus sabar, rajin berdoa, dan semangat terus hubungi kedutaan dan keluarga tamu, tanya visa sekalian menyemangati mereka bekerja.

Biasanya visa yang didapat dari kedutaan di indonesia hanya 1-3 bulan saja, meskipun pengajuannya untuk lebih dari 3 bulan. Alasannya, percobaan dulu apakah nanti selama max. 3 bulan bisa bertahan di Jerman atau tidak..hehe. Tidak ko, visa tersebut bisa diperpanjang kembali saat kita sudah tiba di Jerman. Proses lama-tidaknya perpanjangan visa juga tergantung negara bagian masing-masing, ada yang memakan waktu sampai sebulan seperti salah satu teman saya di Aachen (Niedersachsen), atau hanya 15 menit saja seperti saya dulu di Bad Segeberg (Schleswig-Holstein).

Nah, berbeda lagi saat saya mengajukan visa FSJ (freiwilliges soziales Jahr = sukarelawan sosial tahunan), prosesnya kilat sekali. Setelah hanya punya waktu 3 hari untuk mengurus dokumen-dokumen penting, seperti surat pernyataan tinggal dari kelurahan, jaminan kesehatan, kontrak kerja atau surat pernyataan dari tempat kerja,dan foto terbaru. Voila! Visa setahun sudah di tangan hanya menungu beberapa belas menit saja, dan gratis. Pengajuan masih saya lakukan di Bad Segeberg, karena masih ngendon sama keluarga tamu saya. Saat perpanjangan visa, karena saya perpanjang kontrak kerja selama 6 bulan, berbeda lagi. Saya lebih paranoid. Apalagi saya sudah pindah ke Hamburg, ke kota yang lebih besar, saya bolak balik 3-6 kali ke kantor imigrasi, hanya menanyakan apa dokumen saya sudah datang dari Bad Segeberg, apa dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap, atau kapan boleh saya mengajukan perpanjangan visa, atau ya kesiangan, dan tidak dapat nomor tunggu. Akhirnya sih suatu hari, alhamdulillah saya sukses perpanjang visa selama 6 bulan.

Ribet yah? Ah tidak juga tuh, asal dengan niat besar ke atau tinggal di Jerman dan juga doa dari orang tua, keluarga, kerabat, teman-teman dekat, seluruh lingkungan, dan diri sendiri, pasti semuanya bisa dilalui dan diperjuangkan. Juga yang terpenting izin Tuhan, atau bagi saya izin Allah SWT, yang mengantar saya sampai di sini, di ruang tunggu ini. Sudah dari jam 9 pagi saya menunggu panggilan masuk dari pihak imigrasi, untuk perpanjang visa ke visa pelajar. Sampai sekarang jam 2 siang saat saya menulis tulisan ini, belum juga giliran saya. Saya tinggal menunggu 2 orang saja. Lalu tiba lah nanti, keputusan tentang berapa lama saya masih boleh tinggal di jerman ini untuk belajar.

Mengantri untuk visa bukan hal yang aneh di Hamburg, karena Hamburg adalah kota besar yang tentu saja penduduknya lebih banyak dibandingkan di Bad Segeberg dulu. Saya juga sudah cukup berpengalaman di kantor imigrasi sini. Malah dulu mengantri selama 4 jam, dan yang ada hanya dapat kecele, karena dokumen2 saya belum sampai dari kantor imigrasi sebelumnya, balik lagi deh ke rumah. Tapi pernah juga, dapat hidayah ramadhan, datang pagi jam 7:20-an, meski di depan antrian ada 3 orang yang mengantri, saya kebagian no urut 2 dan malah pertama yang keluar dari imigrasi itu karena sukses dapat perpanjangan visa. Oh iya, untuk visa pelajar, dibutuhkan surat pernyataan dari universitas, atau studienkollege atau sekolah bahasa, pernyataan tempat tinggal dari kelurahan, jaminan kesehatan kalau ada, uang sebesar 60-90€, dan uang jaminan sebesar kira-kira 8000€. Wow, berat kan?! Memang begitulah Jerman, tentu saja mereka harus yakin kalo para pelajar nanti tak akan menjadi pengemis. Jaminan uang tadi bisa diganti dengan surat jaminan dari keluarga atau orang tua sendiri di negara asal atau diberikan oleh keluarga jerman asli.

Ya begitu lah, selain proses yang ribet, juga syarat yang banyak, belum lagi harus mengantri yang makan waktu seharian bersama bau bau badan di pagi hari dan berpuluh-puluh wajah tegang orang asing dari berbagai negara. Seperti saya saat ini, masih juga nunggu dua orang yang belum keluar juga, dan sudah jam 14:10. Padahal sedari tadi saya udah foto untuk visa, keluar jalan-jalan, beli kopi dan roti, bertapa di wc, chating sana sini, sampai akhirnya saya memutuskan nulis di notes handphone. ya daripada jenuh nunggu, lebih baik disalurkan ke tulisan, setuju ga?! Setuju saja lah ya.

Jujur saja, saya deg-degan abis, banyak pikiran berterbangan seperti, apa saya dapat visa? saya dapat visa untuk berapa lama? saya dapat izin kerja ga ya? kalo ga gimana saya hidup nanti? bisa tidak ya bayar visanya stengahnya? kira-kira bagaimana mood si pekerja imigrasi nanti? sungguh saya tidak tenang. Ya, apapun hasilnya semoga maslahat, membuat bahagia, dan lega. Bismillah.

-Hamburg, Ausländerbehörde-Bezirktamt Wandsbek, Senin, 13 Februari 2012, 14:15.-

4 thoughts on “Tiket Menyambung Hidup di Jerman

  1. selalu amazing kalo baca or liat bangsa sendiri yang bisa survive di negri orang. dirimu yang sekolah sastra Jerman (betul ya?) pastinya punya kesempatan luas untuk menggapai mimpi di Jerman.

    bisa berbahasa selain English masih menjadi mimpiku. pastinya ku tak bermimpi hidup di jerman. tapi, adakah cara yang bisa kulakukan untuk belajar bahasa jerman secara otodidak? Mimpiku suatu saat ku melintasi negri-negri eropa, tentunya menonton Bundesliga wajib masuk dalam rencana perjalananku. pasti asyik sekali kalo ku bisa ngobrol dg orang Jerman, di Jerman, dengan bahasa Jerman.

    1. hmm…belajar bahasa jerman otodidak bisa2 aja, beli kamus jerman-indonesia & indonesia-jerman, banyak gabung ke acara yg berhubungan dengan jerman, cari lagu2 jerman, film jerman, buku berbahasa jerman, teman berbahasa jerman di dunia nyata maupun maya, & lain-lain.. selamat belajar bahasa jerman..! dijamin bakal nempel terus bahasa jerman seumur idup…

  2. Hallo salam kenal… seru ceritanya. Mungkin untuk waktu dikabulkannya permohonan visa kita tergantung kota dan negara bagian yang dituju. Pengalaman saya saat mengajukan visa di Hannover (Niedersachsen) membutuhkan waktu satu bulan sedangkan teman saya dengan tujuan München Bayern yang sama sama apply visa sudah dikabulkan hanya dalam satu minggu.
    Saat ini saya sedang menunggu proses pengajuan visa FSJ juga di Hamburg.. hehe..
    sukses selalu ya !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s