Dengki atau Iritasi?

Seringnya manusia membenci kebahagian musuh,
Terkadang bahkan tidak menyukai kebahagian teman.
Seringnya manusia menjauh ketika musuh ‘jatuh’,
Terkadang bahkan mendekati pun tidak ketika teman yang ‘jatuh’.

Rasa gelisah ketika diri manusia sedang tidak bahagia.
Rasa takut ketika diri manusia sedang bersiap jikalau ‘jatuh’.
Padahal cukup diri manusia ini bahagia dengan bahagiakan orang lain saja.
Padahal tak perlu diri manusia ini takut akan ‘rasa’ yang bersifat cuaca.

Bagaimana menutup kata-kata ini?
Apakah ini dengki atau hanya iritasi saja?

-Sukabumi, 28 June 2009-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s