musim semi yang basah..

Hari ini, musim semi yang basah. Hujan baru saja berhenti, setelah sebelumnya menemani saya dari terbangun dari lelap. Saat ini, semuanya basah. Daun yang basah yang tergugur di atas tanah basah. Saya, sendiri, berjalan dengan mantel hitam, bersepatu bot cokelat. Berjalan dengan memakai setelan musim semi tapi tidak untuk menahan basah. Saya tersenyum melihat bayangan diri yang memantul di kaca stasiun kereta, betapa hidup saya saat ini pernah saya dambakan, dan bahkan seperti mimpi indah saja dahulu. Mengenakan, merasakan, dan menghirup hal hal film. Seperti misalnya, saya dengan mantel dan bot ini, saya dengan kereta bawah tanah, saya dengan manusia-manusia berkulit terang, dan saya dengan musim semi.

Hanya saja, musim semi hari ini basah. Sepanjang saya berjalan, sepanjang kaki melangkah, saya selalu menunduk ke tanah. Betapa sayangnya, daun daun yang indah itu begitu lunglai dan mati di tanah. Jika mereka basah, terlihat menyedihkan, begitu pilu. Saya pun duduk, sendirian, di dalam kereta. Memandang kaca jendela, mendengarkan lagu, dan saya tidak pernah berfikir sedikit pun di masa lalu bahwa ritual ini yang akan selalu saya lakukan setiap harinya. Pikiran itu adalah hal yang paling berkuasa di dalam diri saya. Saya menyerah.

Memikirkan, di musim semi di hari ini dan juga basah, tentang segala hal dalam hidup. Betapa hari ini begitu menggambarkan hidup saya. Musim semi yang seperti mimpi. Benar adanya daun daun yang gugur, udara dingin, orang-orang bermantel, tapi tidak dalam mimpi saya, hal hal itu di saat basah. Musim semi selalu indah jika digambarkan dengan sesuatu tentang cinta, tidak yang lain. Tapi hari ini, cinta itu basah. Teringat 2 tahun yang lalu, saat saya datang pertama kali ke negara ini.

Musim semi saat Oktober dua ribu sembilan, itu pertama kali saya menginjakan tanah ini. Penuh tantangan, meskipun mati rasa jika dibandingkan musim panas selamanya di negara saya. Musim semi saat Oktober dua ribu sepuluh, itu pertama kali saya menemukan Suka di tanah ini, atau mungkin cinta, sampai saat ini. Lalu, musim semi saat ini, hari ini, tanggal ini, pertama kalinya saya sadar adalah tanggal dimana saya boleh memasuki dunia mimpi. Sebelumnya, saya hanya ingin satu, saya ingin lama tinggal di sini, setidaknya 2 tahun, dan itu tercapai. Lalu harapan saya berkembang, saya ingin belajar di sini, saya ingin mengisi kantong saya di sini, dan saya ingin mendapatkan cinta di sini. Entah, tidak tahu, apa jawaban dari harapan itu. Saya tidak mau menyerah, sepertinya semua sudah terlanjur basah.

Saya tidak ingin seperti daun basah yang tergugur di atas tanah musim semi itu, seperti hari ini, begitu lemah. Jika pun harus gugur, semoga saya seperti daun daun cokelat, kuning, merah saja, yang bergugur ketika matahari bersinar terang, di antara banyak pepohonan, menghujani rintik sepasang manusia yang saling jatuh cinta, dan mengenakan mantel indah. Seperti ilusi cantik yang selalu menjadi mimpi para pedamba. Tidak, tidak akan seperti hari ini, hidup dengan mu, tidak akan seperti musim semi yang basah.

-Tuesday, October 18, 2011-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s