duniaku terkecup olehmu

dunia ku selalu tenang damai tentram
meski ku sering mengeluh betapa bosan nafasku ini tanpa sentuhan nafas adam
aku merasa terbuai dengan khayalan keindahan bunga bunga di kebun orang
dan bermimpi akan kebun yang kosong yang kan ku hias sedemikian rupa dengan kau raja nya

aku melihat setiap manusia seakan pas dengan singgasana
yang khusus, telah kubeli seharga diri
lalu kau datang, mendudukinya
seakan memang tercipta untukmu
duniaku, kebunku, yang masih kosong, putih bersih

sekarang sudah saja kau gambar benang kusut di lahan ku
merasuk sudah warna mu di kertas putih itu
aku tak suka, dalam rasa yang sangat cinta
aku ingin kau hilang lenyap membawa bayanganmu
tak berbekas
dalam arti kau menyatu di tubuhku

aku tak mau kau sentuh 1 senti pun
meski dalam angan kau sudah mencabik, mengotoriku
aku sampah.

mengapa kau mengecup duniaku?
tanpa permisi, tanpa hati
begitu saja,
seperti angin yang menerbangkan daun daun di musim gugur, menguning,
dan aku ingin sekali kau menghilang ditelan salju.

jika saja,

-Sunday, July 24, 2011-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s